Penyebab Terjadinya Ghost Fishing
Sejak permintaan dunia akan sumber protein hewani khususnya
ikan meningkat, upaya untuk meningkatkan kemampuan tangkap alat penangkapan
ikan terus diupayakan, baik dari sisi teknologi bahan alat penangkapan ikan,
metode penangkapan ikan, maupun teknologi alat bantu penangkapan ikannya.
Kompetisi yang makin tinggi antar nelayan penangkap ikan mendorong nelayan
untuk mengoperasikan alat tangkap yang lebih efektif dan efisien. Untuk
memperpanjang masa pengoperasian alat tangkap, bahan alat tangkap yang semula
dibuat dari bahan alami dan mudah rusak diganti dengan bahan yang dibuat dari
fiber sintetik modern yang bersifat non-biodegradable. Bahan-bahan inilah yang
kemudian memicu adanya ghost fishing.
Dalam kegiatan penengkapan ikan, karena beberapa sebab, tidak jarang nelayan kehilangan alat tangkapnya. Nelayan yang mengoperasikan alat tangkap di pantai, seperti jaring gillnet, trammel net, sejenis pukat pantai dan bubu yang dioperasikan secara menetap hilang karena disapu oleh alat tangkap aktif seperti trawl, dogol, dan sebagainya. Alat tangkap juga bisa hilang karena faktor cuaca. Tidak jarang pula alat tangkap hilang karena unsur kesengajaan, misalnya dipotong oleh kapal niaga yang melintas jalur laut tersebut atau dipotong nelayan lain karena mengganggu daerah operasi penangkapannya. Potongan atau bagian jaring, atau alat tangkap yang tertinggal di laut, secara terus menerus akan menangkap ikan. Proses tertangkapnya ikan yang tak termanfaatkan sebagai akibat dari tertinggalnya alat tangkap ikan di laut inilah yang disebut sebagai ghost fishing.
Dalam kegiatan penengkapan ikan, karena beberapa sebab, tidak jarang nelayan kehilangan alat tangkapnya. Nelayan yang mengoperasikan alat tangkap di pantai, seperti jaring gillnet, trammel net, sejenis pukat pantai dan bubu yang dioperasikan secara menetap hilang karena disapu oleh alat tangkap aktif seperti trawl, dogol, dan sebagainya. Alat tangkap juga bisa hilang karena faktor cuaca. Tidak jarang pula alat tangkap hilang karena unsur kesengajaan, misalnya dipotong oleh kapal niaga yang melintas jalur laut tersebut atau dipotong nelayan lain karena mengganggu daerah operasi penangkapannya. Potongan atau bagian jaring, atau alat tangkap yang tertinggal di laut, secara terus menerus akan menangkap ikan. Proses tertangkapnya ikan yang tak termanfaatkan sebagai akibat dari tertinggalnya alat tangkap ikan di laut inilah yang disebut sebagai ghost fishing.
Alat Tangkap yang memiliki peluang tinggi terjadinya Ghost Fishing
👉Gill net (Jaring insang)
👉Bubu
👉alat tangkap sejenisnya
👉Gill net (Jaring insang)
👉Bubu
👉alat tangkap sejenisnya


Comments
Post a Comment